Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

AKU DAN HIPERTENSI

AKU DAN HIPERTENSI

Tekanan darah yang diukur menggunakan alat bernama sfigmomanometer merupakan pemeriksaan fisik rutin yang mudah dilakukan dimanapun oleh tenaga medis terlatih maupun orang awam terlebih sejak banyaknya alat pengukur tekanan darah yang otomatis sehingga penggunaannya semakin mudah dan semakin luas. Namun demikian ada beberapa hal mendasar yang harus kita pahami bersama mengenai tekanan darah ini sehingga dengan pemahaman yang baik diharapkan dapat membuat pengertian yang baik dan sikap yang benar terhadap tata laksananya.

Berapa banyak orang menderita hipertensi?
Secara nasional, menurut data dari RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) kejadian hipertensi berdasarkan hasil pengukuran pada penduduk berusia ≥ 18 tahun sebesar 34,1%. Prevalensinya meningkat secara dramatis sesuai pertambahan usia dan lebih tinggi pada orang kulit hitam, Asia, dan Amerika hispanik. Angka kejadian hipertensi di seluruh dunia mungkin mencapai 1 milyar orang dan sekitar 7,1 juta kematian akibat hipertensi terjadi setiap tahunnya. Menurut data dari Survei Kesehatan Rumah Tangga, penyakit kardiovaskuler merupakan penyakit nomor satu penyebab tertinggi kematian di Indonesia dan sekitar 20–35% dari kematian tersebut disebabkan oleh hipertensi.

Kapan seseorang dinyatakan menderita hipertensi?
Hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah yang tinggi secara persisten (terus-menerus). Oleh karena itu perlu dilakukan beberapa kali pengukuran tekanan darah, sesuai dengan cara yang benar untuk menggolongkan seseorang menderita hipertensi atau tidak.

Lantas bagaimana cara melakukan pengukuran tekanan darah yang benar?
Pengukuran dapat menggunakan sfigmomanometer  air raksa atau digital yang divalidasi dan dikalibrasi berkala. Petunjuk pengukuran tekanan darah yang benar yaitu:

  • Mempersilahkan pasien untuk duduk selama 3 – 5 menit sebelum dilakukan pengukuran tekanan darah (TD). Pastikan ruangan tenang, penderita rileks dan alat memadai.
  • Melakukan pengukuran TD sebanyak 2 kali pada posisi duduk, beri jeda 1 – 2 menit, serta pengukuran tambahan dapat dilakukan jika pengukuran kedua memiliki hasil yang sangat berbeda. Dapat dipertimbangkan pula rerata TD jika dianggap lebih tepat.
  • Pengukuran TD secara berulang dapat dilakukan pada pasien dengan gangguan irama jantung untuk meningkatkan akurasi.
  • Menggunakan manset standar, atau manset yang lebih besar atau kecil sesuai dengan ukuran lengan
  • Pada pengukuran pertama, sebaiknya ukurlah TD pada kedua lengan untuk mendeteksi adanya kemungkinan perbedaan. Pada pengukuran selanjutnya menggunakan sisi lengan dengan pengukuran tertinggi sebagai nilai acuan

Apakah harus meminum obat rutin jika menderia hipertensi?
Hampir 95% orang yang memiliki hipertensi tidak mengetahui sebab dasarnya sehingga kondisi seperti ini disebut dengan Primary atau essential hypertension. Sedangkan tekanan darah yang tinggi karena penyebab yang jelas disebut dengan secondary hypertension. Walaupun jumlah orang yang menderita secondary hypertension tidak banyak, hal ini tetap perlu menjadi perhatian karena penatalaksanaan yang optimal pada pasien ini dapat mengendalikan tekanan darah dengan baik dan banyak yang bisa menjadi sembuh. Nemun demikian mengingat penyebab hipertensi pada sebagian besar komunitas tidak diketahui maka alangkah baiknya jika konsumsi obat dilakukan secara teratur sesuai anjuran Dokter.

Apa akibat yang dapat ditimbulkan jika tekanan darah tidak diatur?
Hipertensi  merupakan faktor resiko mayor terjadinya penyumbatan arteri koroner, stroke, gagal jantung, gangguan ginjal dan penyakit pembuluh darah perifer.

Apakah ginjal akan rusak jika meminum obat hipertensi terus-menerus?
Pertanyaan ini justru terbalik. Jika obat hipertensi tidak diminum teratur maka kerusakan ginjal dapat terjadi dan kerusakan tersebut bersifat progresif

Darah saya rendah. Apakah saya menderita hipotensi?
Hipotensi  tekanan darah yang rendah jika dibandingkan dengan nilai rekomendasi. Disini penting untuk menyamakan persepsi apakah darah rendah berbicara tentang tekanan darah yang rendah atau tentang kadar hemoglobin yang rendah. Bedakan antara anemia dan hipotensi. Bedakan antara jumlah sel darah merah anda yang kurang dan tekanan dalam pembuluh darah anda yang rendah. Anemia tidak sama dengan hipotensi. Sebaliknya hipertensi  tidak berarti jumlah sel darah merah anda lebih banyak dari normal

Usia saya 50 tahun sehingga tekanan darah 160/100 adalah wajar untuk orang seusia saya.
Pernyataan ini tidak benar. Nilai target tekanan darah yang harus dicapai tidak didasarkan pada usia melainkan dari faktor risiko dan penyakit dasar lain yang diderita. Untuk mengetahui berapa target tekanan darah, anda bisa berkonsultasi dengan Dokter yang merawat.

 

 

Penulis

dr. Lisda, FPCP, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

 

Publish: 20 November 2021