Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

OPERASI MINIMALIS PARKINSON

Sebagai penyakit yang sering kali menyerang kaum lanjut usia (lansia), parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif yang paling umum terjadi setelah Alzheimer.
Penyakit tersebut terjadi akibat kerusakan sel pada beberapa daerah di otak, khususnya substansia - nigra yang bertanggung jawab atas produksi dopamin.

Untuk diketahui, dopamin adalah senyawa kimia di dalam otak yang mampu mengirimkan pesan antara sel-sel otak. Tugas hormon ini adalah mengontrol gerakan tubuh. Kekurangan dopamin menyebabkan seseorang tidak mampu menggerakkan anggota tubuhnya dengan baik.
Akibatnya, kontrol gerakan otot menurun sehingga penderitanya kesulitan untuk bicara, berjalan, hingga mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi. 3 tanda utama yang dapat terlihat pada pasien parkinson ialah tremor (gemetar pada ekstremitas), rigiditas (kekakuan), dan bradikinesia (kelambatan gerak).

Penanganan pada parkinson meliputi pemberian obat - obatan maupun tindakan bedah. Obat - obatan yang diberikan biasanya mengandung L-Dopa ataupun sejenisnya, yang bertujuan untuk mengganti dopamin yang hilang atau kurang di otak sehingga keluhan dan gejala pada parkinson dapat berkurang.
Seiring dengan memberatnya penyakit parkinson, terkadang dibutuhkan peningkatan dosis obat dan kombinasi dengan obat lain. Komplikasi akibat obat - obatan dan respons obat yang tidak lagi optimal, menjadikan tindakan bedah menjadi pilihan.

Tindakan bedah pada parkinson meliputi Operasi Implantasi DBS (Deep Brain Stimulator), semacam alat pacu otak atau Operasi Stereotactik Brain Lesioning, yakni melakukan pemanasan dengan suhu tinggi pada bagian inti otak yang bermasalah dengan alat khusus (Radiofrequency).

Pasien yang menjadi kandidat operasi, dilakukan pemeriksaan MRI kepala dan CT Scan kepala untuk Evaluasi dan Planning sebelum operasi. Dengan menggunakan alat Stereotaktik, operasi dilakukan dalam keadaan sadar (awake surgery), dan hanya menggunakan bius local di kulit kepala. Kondisi pasien yang sadar, memungkinkan Dokter Bedah Saraf melakukan evaluasi langsung efek dari stimulasi listrik atau pemanasan pada daerah inti otak yang bermasalah (Thalamus, Subthalamic Nuclei, Globus Palidus Internus). Tremor yang langsung berkurang - hilang, atau kekakuan yang berkurang - hilang dapat diamati langsung pada operasi dengan tehnik ini segera setelah stimulasi listrik maupun pemanasan.
Setelah selesai operasi, pasien membutuhkan waktu 3 - 5 hari perawatan untuk observasi. Bila dalam 3 hari tidak terdapat komplikasi, pasien diperbolehkan untuk pulang.

 

Untuk Informasi dan Pendaftaran hubungi: POLIKLINIK (021) 4521001, 4520201, Ext. 28235