![]() |
||||||
|
|
||||||
Teropong Sendi Prosedur pembedahan sering kali sangat menakutkan bagi masyarakat awam. Begitu mendengar kata operasi, maka yang terbayang adalah luka operasi yang panjang dan tindakan operasi yang besar. Hal tersebut mengakibatkan banyak masyarakat awam yang bahkan rela penyakitnya menjadi lebih lanjut daripada harus menjalani operasi. Saat ini tindakan pembedahan semakin berkembang, dan hari demi hari semakin diusahakan tindakan yang seminimal mungkin. Inilah yang dikenal sebagai minimally invasive surgeries. Khusus untuk kelainan pada daerah persendian, perkembangan teknologi kedokteran orthopaedi terkini telah sedemikian majunya, sehingga dimungkinkan operasi dengan menggunakan semacam teropong yang disebut arthroscope. Dengan menggunakan arthroscopy ini maka banyak tindakan operasi pada persendian yang tadinya harus dilakukan dengan teknik operasi dengan luka yang besar, menjadi dimungkinkan dengan luka yang kecil, sehingga diharapkan dapat mengurangi resiko terjadinya komplikasi akibat operasi. Banyak kelainan sendi yang dapat ditangani dengan bantuan arthroscopy. Osteoarthritis lutut yang merupakan perkapuran sendi adalah salah satu contohnya. Dengan menggunakan arthroscopy serta luka yang kecil dan sedikit, maka sendi yang mengalami osteoarthritis dapat dicuci dan dibersihkan. Kelainan didalam sendi yang sulit dideteksi dengan pemeriksaan radiologi canggihpun, dapat dilihat secara langsung melalui arthroscopy. Bila terdapat kelainan sewaktu tindakan arthroscopy dilakukan, seperti adanya bantalan sendi lutut yang robek, maka dapat dilakukan pembersihan. Juga bila ditemukan adanya benda asing di dalam sendi, maka dapat dikeluarkan. Selain itu arthroscopy dapat membantu dalam operasi-operasi canggih, seperti rekonstruksi ikat-ikat sendi yang putus, memperbaiki bantalan sendi yang robek. Teknik operasi konvensional memerlukan luka operasi yang sangat besar, tetapi dengan arthroscopy, luka manjadi lebih kecil. Pada sendi lutut misalnya, arthroscopy dapat dipergunakan untuk membantu rekonstruksi ikat-ikat sendi yang disebut anterior cruciate ligament, dan posterior cruciate ligament. Sedangkan pada sendi bahu dapat memperbaiki kelainan dislokasi atau keseleo bahu. Pasien-pasien yang menderita osteoarthritis sendi bahu juga dapat dibantu dengan teknik arthroscopy. Saat ini kesadaran masyarakat untuk berolahraga sangat meningkat. Pencegahan terjadinya cedera pada olahraga merupakan hal yang terbaik. Akan tetapi bila telah terjadi cedera, maka penanganannya memerlukan perhatian serius sehingga penderita bisa kembali berolahraga setelah melalui masa pemulihan. Banyak cedera olahraga yang dapat ditangani tanpa operasi, asalkan penanganannya baik dan benar. Dan bila operasi rekonstruksi perlu dilakukan, dan umumnya terjadi di persendian, maka arthroscopy dapat sangat membantu dengan luka operasi dan tindakan operasi yang jauh lebih minimal dibandingkan operasi konvensional. Teknik arthroscopy dapat dipergunakan pada hampir semua persendian, seperti sendi lutut, bahu, siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, maupun sendi panggul. Teknik operasi dengan arthroscopy memungkinkan tindakan-tindakan konvensional yang selama ini sangat menakutkan bagi pasien menjadi tindakan minimally invasive yang membuat luka operasi lebih kecil dan diharapkan komplikasi operasi menjadi lebih sedikit. Teknik operasi dengan arthroscopy saat ini telah dapat dilakukan di Rumah Sakit Gading Pluit dengan menggunakan arthroscopy buatan USA dan ditangani oleh tenaga dokter spesialis orthopaedi yang telah mengikuti pendidikan khusus bidang arthroscopy di luar negeri. |
||||||
|
||||||
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan dengan bantuan arthroscopy, antara lain: Arthroscopy Lutut
Arthroscopy Bahu
Arthroscopy juga dapat dilakukan pada sendi lainnya seperti panggul, ankle (pergelangan kaki) dan siku. |
||||||
|
||||||
|
Ditulis
oleh: Dr. Andri Lubis,Sp.OT Untuk Pendaftaran / Konsultasi hubungi bagian Rawat Jalan: Ext. 8235 - 8237 |
Copyrights
© 2006 - gadingpluit-hospital.com |
| All Rights Reserved |