Diabetes mellitus
Seorang pria, 46 tahun, sejak sekitar 7 tahun menderita Diabetes mellitus. Hingga sekarang konsumsi
obat tidak teratur. Beberapa bulan terakhir kadar gula darah meningkat hingga lebih dari 300 mg/dl.
Pertanyaan:
Mengapa kaki seringkali kesemutan, terasa panas dan tebal, kadang kadang seperti ditusuk
tusuk ?
- Apakah pengobatan dengan Insulin lebih baik
- Dibandingkan dengan obat oral ?
- Apakah terapi dengan Insulin menyebabkan ketergantungan ?
- Apakah Insulin bisa mengakibatkan impotensi pada pria ?
- Apakah manfaat olahraga pada DM ?
Jawaban:
- Diabetes mellitus (DM) pada orang dewasa pada umumnya adalah DM tipe 2, yang disebabkan
oleh kekurangan Hormon Insulin. DM yang tidak terkontrol menyebabkan beberapa macam
komplikasi, seperti gangguan fungsi ginjal, retina, pembuluh darah dan saraf perifer. Gangguan
saraf perifer karena DM disebut neuropati diabetik. Gejala yang dirasakan pada awalnya adalah
rasa tebal, sensibilitas menurun. Selanjutnya kaki terasa panas, kesemutan dan nyeri seperti
ditusuk tusuk. Gejala gejala ini terutama muncul pada malam hari bila penderita DM istirahat.
Neuropati diabetic bisa membaik, apabila kadar gula darah terkontrol.
- Ya, sebab Insulin adalah zat yang diproduksi oleh tubuh kita sendiri pada keadaan normal.
Seorang diabetesi memproduksi insulin tidak dalam kadar yang normal, sehingga kita harus
mengganti kekurangan itu, apakah dengan obat atau dengan Insulin. Terapi dengan Insulin
dianjurkan sedini mungkin, selambat-lambatnya bila komplikasi seperti gangguan fungsi ginjal
sudah terjadi. Anjuran tersebut sudah dijalankan di banyak Negara. Jadi apabila seseorang didiagnosis DM, dia sudah langsung dianjurkan untuk menyuntik Insulin. Tetapi satu hal yang
tidak boleh dilupakan, bahwa terapi nomor satu pada DM adalah perubahan pola makan dan
kegiatan jasmani secara rutin.
- Diabetes mellitus adalah penyakit yang hingga sekarang belum bisa disembuhkan. Jadi penderita
DM harus mengkonsumsi obat obat DM atau menggunakan Insulin seumur hidup. Tetapi
anggapan yang seringkali diutarakan, bahwa sekali menggunakan Insulin, tidak akan bisa lepas
dari Insulin, adalah anggapan yang salah. Yang seringkali terjadi justru sebaliknya, bahwa
penderita DM yang diterapi dengan Insulin setelah beberapa saat bisa kembali minum obat DM,
tetapi dengan dosis yang lebih rendah dibandingkan dosis semula.
- Jawabannya adalah tidak. Justru impotensi bisa terjadi pada penderita DM pria dalam rangka
komplikasi neuropati diabetic, karena gula darah yang tidak terkontrol dengan baik. Seperti
disebut diatas, dengan perbaikan status DM, komplikasi bisa berkurang.
- Olahraga sangat dianjurkan pada penderita DM. Dengan olahraga rutin, kadar gula darah dan
resistensi Insulin bisa menurun hingga 30 %. Yang paling dianjurkan adalah senam pagi dan
jalan pagi, per minggu 5 kali, dengan durasi sekitar 30 menit, dimulai dengan pemanasan dan
diakhiri dengan fase pendinginan.
|