Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

REMAJA PUTRI RENTAN MENGALAMI ANEMIA

REMAJA PUTRI RENTAN MENGALAMI ANEMIA

REMAJA PUTRI RENTAN MENGALAMI ANEMIA

Remaja putri rentan mengalami anemia atau kekurangan darah. Itu dampak buruk remaja, mulai dari penurunan konsentrasi dan produktivitas sampai meningkatkan kematian saat hamil dan melahirkan kelak. Menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, salah satu masalah remaja Indonesia ialah kurang gizi mikronutrien, termasuk anemia. Dari jumlah remaja Indonesia, 12 persen remaja laki-laki dan 23 persen remaja perempuan terkena anemia. Itu terutama disebabkan kurangnnya zat besi atau anemia defisiensi besi. 

Anemia pada remaja perempuan lebih tinggi dibandingkan remaja lelaki, antara lain karena faktor hormonal. Remaja perempuan memasuki masa reprosduksi dengan mensturasi, selain itu, anemia pada remaja perempuan disebabkan asupan gizi, terutama zat besi yang kurang. Pada masa remaja, seseorang akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan tubuh sehingga memerlukan asupan energi dan gizi cukup. Remaja perempuan juga mudah dipengaruhi teman sebaya dan media sosial  dalam hal pola makan. Biasanya perempuan terpengaruh untuk diet ekstrem tanpa memedulikan asupan gizi yang seharusnya didapatkan.

BuRuknya mutu gizi remaja Indonesia tergambar dari data Global School Health  Survey 2015. Dalam data itu disebutkan, 65.2 persen remaja tidak selalu sarapan, 93.6 persen kurang mengonsumi serat dari buah dan sayur, 75.7 persen kerap mengonsumi makanan penyedap, dan 42.5 persen kurang aktivitas fisik. Anemia bisa dihindari dengan mengonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti daging merah, sayuran hjau, dan hati. Konsumsi makanan dengan kadar tinggi asam folat, vitamin A, dan vitamin C juga perlu ditingkatkan. Remaja perempuan sebaiknya rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD) seminggu sekali, terutama saat mensturasi.

Batas kadar hemoglobin normal untuk remaja perempuan usia 13-18 tahun lalu ialah 12 gram per desiliter, jika kadar hemoglobin kurang dari itu, seseorang cepat lesu dan lelah. Anemia lebih berat bisa memicu sesak napas dan meningkatnya denyut jantung.

Kemenkes menjalankan program gizi remaja, antara lain dengan pemberian TTD bagi remaja putri di sekolah, puskesmas, dan posyandu remaja. (TAN)

 

Seperti dimuat di KORAN KOMPAS - Rabu, 16 Mei 2018