Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

PENUHI NUTRISI SAAT PUASA

PENUHI NUTRISI SAAT PUASA

PENUHI NUTRISI SAAT PUASA

Manfaatkan jeda waktu dari berbuka hingga sahur untuk mengasup makanan bergizi seimbang. Dengan demikian, tubuh tetap berenergi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Meski  berpuasa, asupan nutrisi harus tetap terjaga. Kita harus mengatur asupan makan dan minum tetap mencukupi kebutuhan energi. Saat berpuasa, kita tetap bekerja melakukan aktivitas lain. Semua itu membutuhkan energi. Untuk memenuhi kebutuhan energi harian itu, kita harus memanfaatkan waktu mulai berbuka hingga sahur untuk mengasup makanan dan minuman.

Pada saat berpuasa, waktu makan terbagi tiga, yaitu saat sahur, berbuka dan setelah ibadah tarawih. Pada saat sahur dianjurkan makan besar dan dan makan kecil atau ngemil sebelum masuk waktu imsak. Saat sahur, utamakan konsumsi makan lengkap yang mengandung karbohidrat. Sebaiknya, pilih karbohidrat kompleks seperti gandum utuh, oat, beras merah, dan umbi-umbian kukus.

Mengapa? Karbohidrat kompleks memiiki indeks glikemik (IG) rendah. Bahan makanan ber-IG yang rendah mampu menjaga kestabilan gula darah sehingga bisa memberkan rasa kenyang lebih lama. Selain karbohidrat, asupan sahur perlu dilengkapi sumber protein, lemak, sayur, dan buah, serta ditambah air putih sebanyak 2-3 gelas. Hindari minuman manis saat sahur karena dapat mempercepat rasa lapar muncul. Selain itu, kadar gula yang tinggi di dalam mulut, apabila tidak bersihkan dengan sempurna, bisa menjadi sarang bakteri.

Ketika berbuka, awali dengan mngonsumsi makanan manis untuk mengembalikan kadar gula darah yang menurun selama bulan puasa. Namun, agar tidak berlebihan mengonsumsi makanan manis. Setelah itu, asupan dilanjutkan dengan makan lengkap yang mengandung unsur karbohidrat, protein, lemak, sayur, dan buah, juga air putih sebanyak 3-4 gelas.

Makanan dan miuman yang terlalu dingin atau panas dapat memicu reaksi stres pada mukosa tenggorok sehingga kuman lebih mudah masuk

Sakit Tenggorok

Saat berpuasa, mulut dan tenggorok cenderung kering karena kekurangan cairan. Selain itu, seseorang yang berpuasa tidak melakukan aktivitas mengunyah, produksi air liurpun lebih sedikit. Padahal, aktivitas mengunyah dan keberadaan air liur merupakan mekanisme tubuh manusia dalam membilas atau membuang bakteri di mulut. Oleh karena itu, bakteri di dalam mulut bisa lebih banyak pada orang yang berpuasa jika dibandingkan dengan yang tidak berpuasa. Bakteri yang menumpuk tersebut menyebabkan bau mulut dan bisa meningkatkan risiko infeksi.

Disarankan agar menghindari makanan gorengan, terlebih yang berstekstur keras. Goreng-gorengan dapat menyebabkan iritasi pada tenggorok. Makan gorengan yang keras bisa menyebabkan luka di tenggorok. Ketika ada luka, bakteri dan virus lebih mudah masuk dan menginfeksi. Sebaiknya orang yang berpuasa menjaga kesehatan mult dengan sempurna mulai menggosok gigi rutin sebelum tidur dan setelah sahur hingga melakukan berkumur di pangkal ternggorok dengan menggunakan obat antiseptik yang mengandung povidone-iodine. Sakit tenggorok juga bisa jadi tanda gejala awal flu. Penyebabnya bisa karena virus, bakteri, atau keduanya. Berdasarkan hasil penelitian, gargle dapat mengurangi jumlah virus pada rongga mulut. Manfaat berkumur dan gargling dengan antiseftik bisa menurunkan angka kejadian infeksi saluran pernapasan atas sampai 36%.

Gaergle dilakukan dengan menengadahkan kepala 45 derajat, tahan obat kumur antiseptik di pangkal tenggorok lalu berkumur salama 30 detik. Setelah itu, buang obat kumur dan jangan sampai tertelan.

Povidone-iodine merupakan zat antimikroba yang bermanfaat untuk menjaga kebersihan daerah mulut dan tidak menimbulkan resistensi. Dapat membunuh bakteri, virus, dan jamur. (H-2)

Seperti dimuat di KORAN MEDIA INDONESIA – Rabu, 23 Mei 2018