Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

JANGAN LATAH PAKAI ANTIBIOTIK

JANGAN LATAH PAKAI ANTIBIOTIK

JANGAN LATAH PAKAI ANTIBIOTIK

Pilek dan flu atau selesma (common cold) berbeda dengan influenza meski gejalanya hampir mirip. Namun, gejala selesma lebih ringan, sementara influenza lebih berat dan bisa berujung komplikasi. Selesma dan flu disebabkan virus yang berbeda. Influenza disebabkan oleh virus influenzae yang memiliki berbagai tipe, yaitu tipe A, B dan C.

Virus ini gampang bermutasi dan bisa mematikan. Penularannya melalui aerosol (bersin, batuk), dropplet (percikan), dan contact (kulit). Namun, influenza juga bisa disebabkan oleh bakteri. Nah yang membedakan adalah gejalanya. Antara lain suhu diatas 38,5 derajat Celsius, ada pembesaran kelenjar getah bening, eksedasi tonsil (amandel putih-putih), tanpa batuk, dan usia penderita 3-14 tahun. Jika ditemukan lima gejala itu, maka influenzanya disebabkan bakteri dengan pengobatan dengan antibiotik.

Masalahnya, kendati ringan, sekitar 30 persen pengobatan selesma adalah dengan antibiotik. Bahkan, di rumah sakit swasta bisa lebih. Padahal, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menimbulkan resistensi. Pengobatan selesma bisa dilakukan sendiri di rumah, antaralain dengan menghirup uap panas, minum minuman hangat, dan istirahat. Penggunaan nasal spray dengan kandungan carrageenan juga bisa diberikan untuk mengurangi tingkat keparahan dan relatif lebih aman.

Yang perlu diketahui, penggunaannya dimaksudkan sebagai pembungkus virus, bukan pembunuh virus. Terdapat muatan positif di virus dan muatan negatif pada carrageenan sehingga carrageenan ini menarik/menangkap virus tersebut untuk dikeluarkan dari tubuh, tapi tidak membunuh virus tersebut. Nasal spray terbilang aman digunakan untuk jangka panjang karena diberikan secara topikal. Dengan adanya obat antivirus nasal spray ini, gejala dan keparahan pilek dan flu bisa dikurangi sehingga pasien bisa sembuh lebih cepat. Diharapkan para dokter di Indonesia bisa memberikan solusi medis terbaik bagi pasien dan masyarakat untuk sosialisasi penanganan pilek dan flu yang tepat. Dengan demikian, angka penggunaan antibiotik yang tidak tepat pun bisa ditekan.

 

Seperti dimuat di KORAN SINDO, KAMIS, 30 AGUSTUS 2018.