Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

JANGAN ABAIKAN PUSING BERULANG

JANGAN ABAIKAN PUSING BERULANG

JANGAN ABAIKAN PUSING BERULANG

 

Kalau anak rewel dan menangis terus menerus, segera periksakan ke dokter.

 

Jangan anggap remeh rasa pusing di kepala. Pusing yang berulang di kepala dan berlangsung dalam jangka waktu lama merupakan salah satu tanda tumor otak. Seorang perempuan berasal dari Palangkaraya pernah mengalaminya. Selama bertahun – tahun, tumor otak bersarang di kepalanya. Bertahun – tahun pula dia merasakan pusing dan ganjalan dimatanya. Baru pada tahun kelima, pada 2016 dia menyampaikan keluhannya tersebut kepada dokter. Ia pun memeriksakan diri ke dokter mata di Surabaya. Disana, dokter menyarankan untuk menjalani tes magnetic resonance imaging (MRI). Setelah menjalani tes, dokter menyatakan ada tumor di otaknya dan harus menjalani operasi.

 

Untungnya menurut dokter spesialis saraf dari Surabaya yang menangani perempuan itu, tumor di otak pasiennya itu adalah tumor jinak. Biasanya, tumor jinak tumbuh sekitar 0,5 sentimeter per tahun. Saat diambil, tumor di otak perempan itu berukuran 3-4 sentimeter. Artinya tumor tesebut sudah ada di otak sejak 6-8 tahun. Sebagian besar penderita tumor otak berkonsultasi dengan dokter ketika sudah dalam stadium lanjut. Gejala tumor otak baru dirasakan ketika ukurannya sudah cukup besar. Jika tumor jinak berada di otak bagian dalam, pasien baru merasakan keluhan setelah tumor berukuran 2,5 sentimeter. Sedangkan, bila tumor jinak berada di tepi, pasien baru mengeluh setelah tumor berukuran 3-4 sentimeter. Kalau ganas lebih cepat, bisa enam bulan sudah besar.

 

Kalau anak rewel, menangis terus – menerus, jangan dianggap manja atau nakal. Segera periksakan ke dokter. Kalau mau aman lakukan tes MRI. pemeriksaan MRI perlu dilakukan untuk mendeteksi tumor otak sejak dini. Apalagi jika pusing yang dirasakan pasien terjadi secara terus – menerus selama lebih dari satu bulan. Biasanya rasa pusing tersebut terjadi pada pagi hari. Biasanya kepala bagian depan terasa berat, menekan ke bawah. Obat analgesic biasa pun tidak bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat adanya jaringan abnormal di otak tersebut.

 

Ciri lain tumor otak adalah penglihatan kabur. Mungkin pederita berpikir sudah harus memakai kacamata. Padahal ada gangguan di saraf mata. Sebagian besar pasien datang ketika gangguan yang terjadi pada mata sudah parah. Bahakan ada pasien yang sudah tidak bisa melihat lagi. Ketika saraf mata sudah pucat karena terlalu lama tertekan tumor, penglihatan akan sulit kembali normal. Setelah pasien terdeteksi oleh MRI mengidap tumor otak, satu –satunya jalan pengobatan adalah operasi. Tindakan itu perlu diambil untuk mengurangi tekanan tumor pada saraf mata. Operasi juga mesti dilakukan untuk memastikan jenis tumor, apakah jinak atau ganas. Akurasi tes MRI 60 – 70 persen. Kalau tumor sudah bisa diambil melalui operasi dan diperiksa dengan patologi anatomi, akurasinya 95 persen.

 

Jika tumor dipastikan jinak dan tidak berpotensi tumbuh kembali, pasien tidak perlu menjalani terapi lanjutan. Namun, kalau tumor termasuk ganas, pasien harus menjalani terapai untuk membersihkan tumor-tumor yang kemungkinan tertinggal. Tumor ganas memiliki empat tingkat. Kalau tingkat satu dan dua, cukup radiasi. Tapi kalau tingkat tiga dan empat, perlu radiasi dan kemoterapi. Saat ini sudah ada metode operasi yang lebih baik untuk mengangkat tumor, yakni operasi lubang jarum atau keyhole surgery. Dengan metode mikro ini, operasi bisa berjalan lebih cepat karena sayatan hanya sepanjang 1 – 1,5 sentimeter. Risiko infeksi dan perdarahan kecil karena sayatannya minimal. Dengan metode ini, tiga hari setelah operasi pasien sudah bisa berjalan dan besoknya sudah bisa pulang. Meskipun sayatannya kecil metode ini bisa dipakai untuk tumor berukuran besar.

 

Seperti dimuat di Koran TEMPO, Terbit: Selasa, 17 Oktober 2017