Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

JAGA BATAS KONSUMSI GULA HARIAN

JAGA BATAS KONSUMSI GULA HARIAN

JAGA BATAS KONSUMSI GULA HARIAN

Banyak orang penyuka makanan atau minuman mangandung gula. Konon, perpaduan antara rasa manis dan kebutuhan energi yang dapat dengan cepat terpenuhi dari kalori gula bisa menimbulkan rasa subjektif nyaman dan bahagia. Namun, efek positif tersebut bisa menimbulkan kecanduan ditandai dengan seseorang akan merasa kesulitan ketika harus mengurangi asupan gula. Padahal, di balik manisnya gula ada bahaya kesehatan yang mengintai bila dikonsumsi terlalu banyak.

Konsumsi gula yang berlebih dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, dapat meningkatkan pembentukan lemak di hati, produksi trigilesit, dan LDL. Ketiganya merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. Mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga berhubungan dengan peningkatan indeks massa tubuh (IMT) yang pada akhirnya berakibat obesitas. Selain itu, dapat menurunkan fungsi organ pankreas dan mengurangi produksi insulin yang berfungsi mengatur metabolisme gula.

Alhasil, terjadilah penyakit diabetes, dimana kadar gula dalam darah menjadi tinggi. Akibat konsumsi gula berlebih juga bisa merusak lapisan gigi atau gigi berlubang. Bahkan, kulit pun akan lebih cepat menua jika terjadi akumulasi gula berlebih yang berdampak pada kerusakan kolagen dan elastis kulit. Dengan rusaknya dua komponen tersebut, kulit menjadi lebih kering, kusam, dan tidak kencang lagi alias kendur. Bahaya lain dari kelebihan gula ialah bisa menyebabkan kemandulan.

Kebiasaan mengonsumsi minuman ringan (soft drink)  berpengaruh terhadap kualitas sperma. Laki-laki yang mengosumsi soft drink berlebihan, cendenrung memiliki kualitas sperma yang lebih rendah. Perlu diketahui, sumber gula tidak hanya berasal dari gula itu sendiri. Contohnya minuman ringan (soft drink) yang mengandung kadar gula tinggi serta berbagai makanan, seperti permen, roti, dan cokelat yang dapat dikonsumsi sebagai sumber energi bagi tubuh.

Di sisi lain, cokelat, permen, es krim, dan minuman kemasan merupakan beberapa sumber asupan gula yang umum dikonsumsi anak. Apabila berlebih bisa berisiko mengalami sugar rush atau kondisi yang ditandai hiper aktifitas dan penurunan pemusatan perhatian untuk durasi yang singkat. Karena itu, asupan produk-produk dengan komponen gula yang ditambahkan pemanis sebaiknya dibatasi. Sebagai pengganti, gula alami pada makanan, seperti susu, buah-buahan, dan madu.

Menentukan asupan gula yang baik memang gampang-gampang susah. Sangat disarankan untuk mencermati kandungan gula yang terdapat di dalam makanan atau minuman mais yang akan dikonsumsi. Terkadang, makanan dan minuman yang memiliki kandungan gula tinggi umumnya juga memiiki kandungan kalori tinggi dengan sedikit komponen bernutrisi lainnya.

Usia tiga tahun sekira dua sampai lima sendok teh, usia empat sampai enam tahun antara dua sampai lima atau enam sendok teh, usia tujuh sampai 12 tahun, empat hingga delapan sendok teh. Sementara itu, lebih dari 13 tahun termasuk dewasa, lima sampai sembilan sendok teh (40 gram).

 

Seperti dikutip di KORAN MEDIA INDONESIA, Rabu, 12 September 2018