Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

HPV MENULAR SECARA NONSEKSUAL

HPV MENULAR  SECARA NONSEKSUAL

HPV MENULAR  SECARA NONSEKSUAL

HUMAN papilloma virus (HPV) merupakan penyebab utama terjadinya kanker serviks pada perempuan. PEnularannya biasa terjadi melalui hubungan seksual. Namun, penularannya dapat terjadi juga melalui jalur nonseksual. HPV bisa masuk ke tubuh melalui luka, baik luka besar maupun mikro, dari berbagai benda yang tercemar kuman tersebut.

“Penularan yang paling banyak memang secara seksual, tapi penelitian menyebutkan HPV juga bisa lewat jalur nonseksual,” tutur dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari RS. GADING PLUIT, Jakarta, dr. Miranty Firmansayah, Sp.OG,pada seminar bertajuk Lindungi Diri Anda dan keluarga, Tanyakan Kepada Ahlinya! Bincang-bing Seputar HVP dan Kanker Serviks, yang digelar di Auditorium  RS tersebut, akhir pekan lalu.

dr. Miranty menjelaskan, penularan HPV secara nonseksual bisa terjadi melalui kontak kulit ke kulit dan penggunaan bersama berbagai peralatan yang terkontaminasi HPV, seperti, pisau cukur, handuk, dudukan toilet dan peralatan makan. Namun, terang Miranty, penularan virus tersebut hanya terjadi apabila terdapat luka pada bagian tubuh, baik luka besar maupun luka yang sangat kecil (mikro abrasi). Virus akan masuk lewat luka tersebut sampai bagian basal kulit dan mulai menginfeksi. Pada penularan secara seksual sekalipun, HPV masuk melalui luka mikro yang terjadi karena gesekan klamin saat berhubungan seksual.

Menurut penelitian, lanjut Miranty, 50% HPV yang ada di berbagai benda yang tercemar masih bisa menginfeksi selama 3 hari pada suhu ruangan. Virus itu tidak terbunuh dengan pemberian disenfektan, seperti hand sanitizer. HPV hanya dapat inaktif pada pemanasan 100 derajat celcius. Karena itu, Miranty mengajak masyarakat rajin mencuci tangan. Walaupun tidak membunuh HPV, langkah itu dapat menghilangkan HPV dari tangan. Selain itu, hindari pengguaan bersama berbagai peralatan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan pentingnya vaksinasi HPV untuk pencegahan, juga pemeriksaan deteksi dini kanker serviks, seperti tes IVA, pap smear, dan liquid based cytology (LBC). LBC merupakan pemeriksaan yang mirip dengan papsmear, tapi punya tingkat keakuaran lebih tinggi.

 

Seperti dimuat di KORAN MEDIA INDONESIA – Selasa, 24 April 2018