Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

BEDAH MINIMAL INVASIF SAMARKAN BEKAS OPERASI PLASTIK

BEDAH MINIMAL INVASIF SAMARKAN BEKAS OPERASI PLASTIK

BEDAH MINIMAL INVASIF SAMARKAN BEKAS OPERASI PLASTIK

BEDAH minimal invasif menjadi salah satu teknologi kedokteran yang memberi banyak keuntungan bagi pasien sebab pembedahan dengan metode tersebut tidak memerlukan bukaan lebar. Cukup dengan sayatan kecil yang menjadi akses alat bedah khusus agar bisa masuk ke dalam tubuh menuju sasaran operasi. Dengan demikian, pemulihan pascaoperasi menjadi lebih cepat karena luka yang minim.

Saat ini, teknik tersebut telah digunakan di berbagai jenis pembedahan, termasuk bedah plastik. Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi Estetik, dr. Tessa Miranda Atmaja, Sp.BP-RE, menjelaskan, konsep minimal invasif pada bedah plastik diterapkan dengan operasi menggunakan sayatan kecil di area lipatan atau garis rambut. Dengan demikian, bekas luka pascaoperasi menjadi minimal dan hanya tampak samar-samar.

"Bedah minimal invasif dalam operasi plastik dilakukan untuk mengurangi bekas luka operasi. Operasi dengan teknik ini juga dapat mengurangi rasa nyeri, bengkak setelah operasi, mengurangi risiko kerusakan pada saraf, dan tidak perlu perawatan lama di rumah sakit," paparnya pada kegiatan Scientific Symposium & Workshop: 14th Symopsium on Minimally Invasive Surgery Multidisciplinary Persfective & Live Demonstration, yang digelar di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta, Sabtu (16/2).

Dokter Tessa menerangkan, operasi itu dilakukan dengan peralatan endoskopik yang dimasukkan ke area sasaran operasi lewat sayatan kecil. Alat itu dilengkapi dengan kamera serat optik yang terhubung ke layar monitor sehingga memungkinkan dokter melihat jaringan yang dioperasi.

Berbagai jenis operasi plastik bisa menggunakan teknologi tersebut. Seperti operasi pengencangan payudara dan operasi menghilangkan kerut-kerut di wajah. Untuk operasi payudara, sayatan kecil untuk memasukkan peralatan endoskopik dilakukan di lipatan ketiak. Adapun untuk operasi pengencangan wajah atau menghilangkan kerutan wajah, sayatan kecil dilakukan di garis rambut. Dengan demikian, luka pascaoperasi letaknya tersembunyi dan penampakannya samar karena berukuran kecil. Pada kesempatan sama, dokter spesialis bedah dr. Bambang Darwono, Sp.B mengatakan, salah satu alasan mengapa pasien di Indonesia lebih memilih melakukan operasi di luar negeri ialah pasien beranggapan praktik bedah oleh dokter Indonesia kurang bagus. "Padahal, dokter-dokter di sini juga tidak kalah kualitas keilmuan dan keterampilannya, termasuk dalam mempraktikkan teknologi bedah terkini, seperti operasi minimal invasif," tandasnya.

Seperti dimuat di Koran MEDIA INDONESIA – 20 Februari 2019