Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

RADIOTERAPI

Radioterapi menggunakan partikel atau gelombang elektromagnetik berenergi tinggi, seperti: foton sinar-X, sinar gamma, elektron atau proton untuk menghancurkan atau merusak sel kanker. Radioterapi merupakan salah satu komponen utama pengobatan kanker, terutama untuk beberapa jenis kanker seperti kanker kepala-leher, serviks, dan beberapa jenis kanker lainnya. Radioterapi dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi lainnya seperti kemoterapi maupun pembedahan. Bahkan beberapa jenis kemoterapi meningkatkan efek radiasi, atau dikenal juga dengan istilah radiosensitizer.

SIAPA SAJA YANG TERLIBAT DALAM PROSES RADIOTERAPI?

Selama proses radioterapi, pasien akan ditangani oleh satu tim yang terdiri atas:

  • Dokter Onkologi Radiasi: Dokter yang mendalami tentang pengobatan kanker dengan radiasi. Dokter ini bertanggungjawab atas keseluruhan terapi radiasi yang dijalani pasien.
  • Fisikawan Medik: Fisikawan medik bertanggungjawab memastikan peralatan radiasi bekerja sebagaimana mestinya dan memberikan dosis yang tepat sesuai yang direncanakan oleh Dokter Onkologi Radiasi.
  • Dosimetris: Staf di bawah pengawasan Fisikawan medik yang membantu Dokter Onkologi Radiasi membuat perencanaan dosis terapi.
  • Terapis (RRT): Terapis adalah petugas yang mengoperasikan peralatan radiasi dan membantu memposisikan pasien di meja penyinaran.
  • Perawat: Perawat bertugas memberi informasi yang dibutuhkan pasien dan membantu penanganan efek samping radiasi.

Selain itu, pasien juga dapat membutuhkan konsultasi Dokter Gizi Klinik, Dokter Gigi, Dokter Rehabilitasi Medik, Dokter Onkologi Medik, dan lain-lain.

APA ITU 3D-CRT DAN IMRT DAN APA KEUNGGULANNYA DIBANDINGKAN DENGAN RADIOTERAPI BIASA (KONVENSIONAL)?

Perkembangan teknologi di bidang teknik elektromedik, komputasi dan fisika memungkinkan berbagai metode baru dalam radioterapi. Metode baru tersebut memungkinkan dokter untuk memfokuskan pemberian radiasi pada tumor untuk mengurangi kerusakan jaringan sehat sehingga dosis radiasi yang digunakan dapat ditingkatkan. Hal tersebut membutuhkan serangkaian peralatan khusus untuk membetuk berkas radiasi sesuai bentuk tumor. Selain itu, dibutuhkan komputer khusus yang mengolah gambar dari pemeriksaan CT-Scan untuk memetakan lokasi tumor dalam tubuh secara 3 Dimensi. Pemetaan ini kemudian digunakan untuk mensimulasikan bentuk dan arah berkas radiasi secara virtual.

Pendekatan ini dikenal dengan Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT). Selain itu, untuk meningkatkan keakuratan radiasi yang diberikan, pasien menggunakan perlengkapan khusus untuk membantu pasien berbaring nyaman dan mengurangi gerak yang tidak perlu selama proses radiasi.

Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) merupakan teknik baru yang berkembang dari 3D-CRT. Seperti halnya 3D-CRT, berkas radiasi dibentuk sesuai bentuk tumor, namun pada IMRT kekuatan berkas radiasi diatur secara individual sehingga sebaran dosis radiasi dapat lebih disesuaikan lagi dengan bentuk tumor.
IMRT memungkinkan radiasi diberikan dengan efek samping jangka panjang yang lebih rendah dibandingkan teknik radioterapi konvensional maupun 3D-CRT.

Untuk INFORMASI lebih lanjut, silahkan hubungi: GICC Ext. 28160 - 61