Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta 14250
T. (+6221) 4521001, 4520201    F. (+6221) 4520578
E. gadingpluit@gadingpluit-hospital.com

Gawat Darurat: (+6221) 4-5858-258

DSA (BRAIN SPA)

Prosedur DSA (Digital Subtraction Angiograghy) merupakan salah satu tehnik dalam radiologi intervensi untuk mendapatkan gambaran perfusi / aliran darah yang jelas di dalam pembuluh darah organ tertentu, dengan memasukkan kateter khusus ke dalam pembuluh darah yang mengaliri organ sasaran kemudian melalui kateter tersebut dimasukkan zat kontras yang akan terlihat alirannya di dalam pembuluh darah yang dituju di bawah alat fluoroskopi. DSA otak dilakukan melalui prosedur kateterisasi pembuluh darah di otak yang dalam perkembangannya dimodifikasi dari tujuan diagnostik kepada terapeutik (trombolisis) yang sekarang popular dikenal di masyarakat dengan istilah brain spa.  Melalui kateter yang sudah dimasukkan dalam prosedur DSA, dokter dapat menyuntikkan pula zat trombolitik (zat / obat penghancur bekuan darah) untuk membuka atau memperlancar aliran darah di daerah tersebut. Keseluruhan prosedur dilakukan di bawah alat fluoroskopi untuk memonitor prosedur ini. Dokter akan mengawasi tanda vital dan senantiasa siaga untuk kegawatdaruratan selama prosedur berlangsung.

Pertama-tama Anda akan diminta berbaring di atas meja fluoroskopi dan beberapa alat monitor akan dipasang di tubuh Anda kemudian dokter akan memberikan obat-obat sedasi agar Anda menjadi rileks selama prosedur berlangsung.

Dokter akan memasukkan jarum melalui pembuluh darah di lipat paha atau pergelangan tangan Anda untuk membuka jalan bagi masuknya selang kateter khusus yang sangat kecil ke dalam pembuluh darah. Sebelum- nya prosedur desinfeksi dan antisepsis akan dilakukan termasuk mencukur rambut di daerah tindakan lalu kulit diberi anestesi lokal.

Selanjutnya dokter akan mendorong kateter masuk ke dalam pembuluh darah hingga mencapai daerah / organ yang dituju. Zat pewarna berupa kontras akan dimasukkan melalui kateter tadi diikuti rasa hangat selama penyuntikan (normal), sembari alat fluoroskopi akan mengambil gambar x-ray untuk menunjukkan aliran zat kontras dan aliran darah di daerah yang sedang diperiksa. Aliran yang terhambat akan terlihat dan mengindikasikan lokasi sumbatan lalu dokter akan kembali menyuntikan zat kedua berupa zat trombolitik untuk menghancurkan sumbatan tersebut yang biasanya berupa gumpalan darah beku. Di dalam prosedur brain spa, larutan normal salin dengan atau tanpa zat trombolitik dapat disuntikkan ke daerah yang mungkin aliran darahnya tampak kurang baik sehingga diharapkan aliran darah bisa menjadi lebih lancar.

APA YANG AKAN SAYA JALANI SETELAH TERAPI TROMBOLITIK?

Biasanya Anda harus istirahat di tempat tidur dulu sementara dokter dan petugas mengawasi kemungkinana timbulnya komplikasi. Anda mungkin akan menerima cukup cairan, antibiotic, atau penghilang sakit.

Apabila Anda merasakan keluhan sebagai berikut, maka Anda harus segera melaporkan kepada dokter:  

  • Nyeri di lengan atau tungkai yang menetap atau bertambah buruk
  • Demam
  • Sesak napas
  • Lengan atau tungkai berubah warna menjadi kebiruan, bengkak, atau teraba dingin
  • Masalah dengan lokasi tindakan yang berdarah, bengkak, atau mati rasa.
  • Kepala pusing yang menetap, mual, atau seperti mau pingsan

Apabila tanda vital Anda baik tanpa ada keluhan seperti di atas, maka Anda diperkenankan rawat jalan.  Dokter akan memberikan instruksi dan pengobatan untuk Anda di rumah selanjutnya. Anda tidak diperkenankan mengangkat barang berat untuk beberapa hari pertama.  Anda juga diharapkan minum cukup air agar dapat menguras zat kontras yang masuk ke badan Anda keluar melalui sistem saluran kemih. Anda dapat mandi dengan shower setelah 24 jam pertama namun belum dapat berendam untuk beberapa hari pertama.

Apakah ada komplikasi ?

Komplikasi mungkin terjadi setelah terapi trombolitik, oleh karena itu butuh pengawasan paska tindakan. Namun demikian para dokter dan petugas sudah terlatih untuk menghadapi kemungkinan komplikasi, antara lain:

  • Perdarahan di lokasi tindakan atau tempat lain
  • Syok atau tekanan darah turun
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras atau zat trombolitik

Perdarahan di otak yang mengarah kepada stroke dapat pula terjadi namun jarang sekali, kejadiannya terjadi kurang dari 1 dalam 100 pasien.

Terapi trombolitik tidak senantiasa berhasil. Masih ada kemungkinan prosedur ini tidak mampu menghancurkan sumbatan yang ada, terutama pada sumbatan yang sudah terbentuk lama. Dalam kejadian yang berbeda ada kurang lebih 12 dari 100 pasien yang mengalami kekambuhan / terbentuk sumbatan baru terutama bila factor penyebab terbentuknya sumbatan itu sendiri belum diketahui atau belum terobati dengan baik.